Di depan sebuah layar yang membosankan, aku menatap jauh dan menuliskan tentang apa yang aku rasakan..
Entah
dari mana awalnya, aku bisa bertemu dan mengenal seorang wanita
seperti dia. Jauh berbeda dari semua wanita yang pernah kutemui
sebelumnya. Dia bahkan bukanlah orang yang aku harapkan masuk dalam
kehidupanku.
Dia.. adalah seorang wanita yang menarik, dia
mampu membuat hari-hariku lebih berwarna, dia adalah satu-satunya orang
yang mampu membuatku bertindak tidak atas kehendakku. Dan satu hal yang aku suka dari dia adalah dia mampu menyembunyikan masalah di balik wajah cerianya.
Mungkin
adalah sebuah kekonyolan yang mengawali semua ini, kita hanya saling
bercanda satu sama lain dan tidak pernah berfikir akan menjadi sebuah
keseriusan. Tetapi, lama-kelamaan aku menyadari kekonyolan ini tumbuh
menjadi sebuah rasa, rasa yang berbeda dari sebelum kita mengenal lebih
jauh, dan semakin besar tiap kali kita mengulanginya. Perasaan ini
benar-benar sangat mengganggu. Aku bingung, apakah aku harus
mengungkapkannya atau terus memendamnya sampai dia menyadari sendiri.
Kurasa itu tidak akan pernah terjadi.
Sulit untuk menghentikan perasaan ini. Ini sudah terlalu jauh. Tiap
kali kita bertemu, kita hanya saling tertawa tanpa pernah saling
mengungkapkan. Semua sudah kucoba untuk menunjukkan kalau aku
menyayanginya. Tapi, entahlah.. mungkin dia hanya menganggapnya sebagai
sebuah gurauan. Aku sudah berusaha serius dengan perasaanku meskipun ditanggapi
hanya dengan sebuah senyuman. Tidak apa.
Jujur, saat ini aku merindukan dia.. aku
merindukan senyumnya, tawanya, wajah cerianya, dan segala tingkah laku
yang sebenarnya membuatku kesal. Meski terkadang membosankan, tapi aku
senang mendengarkan dia bercerita tanpa henti karena dari situ aku bisa menatap keindahan wajahnya. Dia adalah salah satu alasan atas
kebahagiaanku.
Mungkin aku yang terlalu berharap, atau
memang seharusnya seperti ini saja. Kupikir rasa sayang seharusnya
ditunjukkan saja bukan diungkapkan. Entahlah, hidup ini hanya sebuah
siklus tentang "mendapatkan" dan "kehilangan". Jika perasaan ini harus berakhir dengan kehilangan
dia, lebih baik aku tidak pernah mengawalinya.
Aku menyayanginya dan aku harap dia tidak pernah membenciku..
-R
