Sabtu, 03 Januari 2015

Seperti Kemarin (Tentang Waktu, Kebersamaan dan Kenangan)




Apa yang bisa membuat kita merasa begitu bahagia? Saat berada di samping orang yang kita sayangi? Ataukah membuat kenangan-kenangan sebanyak mungkin dengannya hingga kita lupa waktu telah bergulir begitu cepat? Tidak terasa memang, kebahagiaan selalu berada di awal untuk mereka yang saling berbagi kebersamaan. Dan tentang bagaimana kita mempertahankan kebersamaan itu, bukanlah perkara yang mudah.

Kita pernah merasakan hal yang sama. Saat-saat seperti itu, menghabiskan waktu bersama, melakukan hal gila dan menyenangkan. Saling berbagi di saat suka maupun duka. Kita bahkan pernah berjanji untuk tak pernah saling meninggalkan dan meyakini janji itu. Semuanya terasa begitu indah seperti kemarin.

Ya, kemarin. Entah kenapa tiap kebersamaan yang kita lalui meskipun sudah lama tetap saja terasa seperti kemarin. Kita bahkan tidak menyadari bahwa waktu telah berjalan begitu cepat. Sampai pada akhirnya kesibukan masing-masing menjauhkan jarak antara kita, kita seperti lupa bahwa kita pernah berjanji untuk terus bersama bagaimanapun keadaannya, tapi kita sadar itu tidak bisa dipaksakan. Hingga akhirnya komunikasi yang tak berjalan baik benar-benar memisahkan kita. Kalau sudah begini, kita tidak bisa menyalahkan keadaan.

Terkadang dalam malam yang tenang, aku selalu bertanya, apakah kau merasakan hal yang sama denganku? Tentang kerinduan yang mencandui. Bagaimanapun kita pernah bersama dalam susah dan senang. Tangis, amarah, canda dan tawa pernah kita lalui bersama. Kenangan-kenangan yang kita ukir akan selalu ada dan tak akan pernah terlupakan. Kini yang kuharap hanyalah, suatu saat nanti kita bisa bersama dan saling berbagi lagi. Ya, semoga saja..

Tetapi satu hal yang kupahami. Pada akhirnya, waktu telah mengajarkan kita tentang indahnya arti kebersamaan. Detik terus berlalu, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Semuanya terus bergulir tanpa kompromi. Nikmatilah kebersamaan itu karena seiring berjalannya waktu, semua yang benar-benar kau punya hanyalah kenangan.

All the moments we make together are the best memories


Selasa, 06 Agustus 2013

Sisi Rasa



Di sini..
Di depan sebuah layar yang membosankan, aku menatap jauh dan menuliskan tentang apa yang aku rasakan..

Entah dari mana awalnya, aku bisa bertemu dan mengenal seorang wanita seperti dia. Jauh berbeda dari semua wanita yang pernah kutemui sebelumnya. Dia bahkan bukanlah orang yang aku harapkan masuk dalam kehidupanku.

Dia.. adalah seorang wanita yang menarik, dia mampu membuat hari-hariku lebih berwarna, dia adalah satu-satunya orang yang mampu membuatku bertindak tidak atas kehendakku. Dan satu hal yang aku suka dari dia adalah dia mampu menyembunyikan masalah di balik wajah cerianya.

Mungkin adalah sebuah kekonyolan yang mengawali semua ini, kita hanya saling bercanda satu sama lain dan tidak pernah berfikir akan menjadi sebuah keseriusan. Tetapi, lama-kelamaan aku menyadari kekonyolan ini tumbuh menjadi sebuah rasa, rasa yang berbeda dari sebelum kita mengenal lebih jauh, dan semakin besar tiap kali kita mengulanginya. Perasaan ini benar-benar sangat mengganggu. Aku bingung, apakah aku harus mengungkapkannya atau terus memendamnya sampai dia menyadari sendiri. Kurasa itu tidak akan pernah terjadi.

Sulit untuk menghentikan perasaan ini. Ini sudah terlalu jauh. Tiap kali kita bertemu, kita hanya saling tertawa tanpa pernah saling mengungkapkan. Semua sudah kucoba untuk menunjukkan kalau aku  menyayanginya. Tapi, entahlah.. mungkin dia hanya menganggapnya sebagai sebuah gurauan. Aku sudah berusaha serius dengan perasaanku meskipun ditanggapi hanya dengan sebuah senyuman. Tidak apa.

Jujur, saat ini aku merindukan dia.. aku merindukan senyumnya, tawanya, wajah cerianya, dan segala tingkah laku yang sebenarnya membuatku kesal. Meski terkadang membosankan, tapi aku senang mendengarkan dia bercerita tanpa henti karena dari situ aku bisa menatap keindahan wajahnya. Dia adalah salah satu alasan atas kebahagiaanku.

Mungkin aku yang terlalu berharap, atau memang seharusnya seperti ini saja. Kupikir rasa sayang seharusnya ditunjukkan saja bukan diungkapkan. Entahlah, hidup ini hanya sebuah siklus tentang "mendapatkan" dan "kehilangan". Jika perasaan ini harus berakhir dengan kehilangan dia, lebih baik aku tidak pernah mengawalinya.

Aku menyayanginya dan aku harap dia tidak pernah membenciku..




-R

Jumat, 16 November 2012

KKM 109 Part II : Perkenalan

Ok, kali ini gue akan ngelanjutin episode KKM yang kemarin sempet tertunda. Sekarang ini gue akan memperkenalkan temen-temen KKM gue di kelompok 109 ini. Jadi, ceritanya gue adalah satu-satunya mahasiswa agroteknologi (pertanian) yang terdampar di kelompok KKM 109 dimana gue harus tinggal di suatu desa yaitu desa Cibojong Kecamatan Padarincang, Serang.

Ngga seperti apa yang gue bayangin di episode sebelumnya, ternyata tempat KKMnya ngga begitu mengerikan-mengerikan amat karena pada akhirnya gue dan kelompok gue tinggal di rumah yang alhamdulillah ada kamar mandinya, di tempat KKM gue ini rumah cowo dan cewe dipisah jadi persaingan untuk ngerebutin kamar mandi ngga terlalu ketat. Sialnya untuk rumah yang cowo ini ngga ada pintu kamar mandinya.
*panik*

Awalnya emang agak risih sih takutnya ternyata ada spesies maho yang menyusup di kelompok gue, keselamatan bokong gue akan terancam tiap kali ke kamar mandi, untungnya ini ngga ada.

Karena kamar mandi ini ngga ada pintunya kita harus selalu waspada kalo ada temen yang mau masuk, jadi semisal ada yang make kamar mandi, cukup kita kasih kode ke yang lain misalnya dengan cara "ngeden" misalnya loh ya, supaya yang lain tau kalo kita lagi asik khayang di sana. Sehingga temen yang lain akan berubah pikiran untuk masuk ke kamar mandi.

Tapi seiring berjalannya waktu akhirnya dibikinlah pintu kamar mandi yang spektakuler terbuat dari 2 helai karung beras yang diikat dengan tali rafia dan potongan bambu, semenjak itu boker pun terasa lebih aman. :'>

Ok, daripada ngomongin pintu kamar mandi yang ngga penting-penting amat sebenernya buat diomongin, mending langsung aja gue kenalin temen-temen KKM gue. Dimulai dari yang pria-prianya dulu ya..

1. Berli : Seorang pengusaha di bidang komputer yang dipilih oleh kelompok untuk jadi ketua, pribadi religius, perawakan berjenggot mirip vokalis Andra and The Backbone.

2. Heri : Wakil ketua yang akrab dipanggil dengan sebutan mang heri, multitalent dalam segala bidang mulai dari pendidikan sampe konstruksi bangunan, penyuka lagu-lagu lawas, lagu andalan "tenda biru", kata andalan "umes".

3. Fitrawan : Seorang mahasiswa yang hobi makan dan buang gas dengan nada falseto C minor, penikmat rokok kretek dan ahli dalam membalikkan sebuah pernyataan.

4. Eka : Anak keturunan ke-8 dari kerajaan Banten yang terjebak dalam cinta lokasi dan tak tau arah jalan pulang, berprofesi sambilan sebagai vokalis, dan handal memainkan lagu-lagu romantis.

5. Miftah : Mahasiswa yang bercita-cita jadi guru Bahasa Indonesia, perawakan mirip apoy gitaris wali band, ahli dalam bermain PES.

6. Ilham : Seorang puitis yang akrab dipanggil I'am, punya kebiasaan tidur dengan posisi yang ngga wajar, penikmat film bergenre gory horor atau film merah bukan film biru ya.

7. Adit : Seorang sahabat dahsyat yang berprofesi sambilan sebagai mahasiswa, punya fungsi khusus sebagai pembuat onar atau lebih tepatnya sebagai pelawak, kurang mahir dalam bermain PES.

8. Ridho : Mahasiswa senior yang akrab dipanggil dengan gelar "om", penyanyi kamar mandi, perawakan seperti mahasiswa baik-baik dengan kacamata minus, punya kebiasaan smp (sudah makan pulang) dan stm (sudah tidur makan).

9. Vito : Seorang fotografer yang merangkap sebagai mahasiswa, Akrab dipanggil dengan sebutan uwi, punya ciri khas ketawa yang unik dan langka, jail.

10. Rohandi : Nggak banyak informasi yang gue dapet dari dia, yang jelas dia adalah seorang bapak yang menjabat sebagai mahasiswa.

11. Wahyudin : Ini juga salah satu mahasiswa yang sudah berkeluarga dan nggak banyak informasi yang gue dapet dari dia, bisa dibilang dia cuma pemain figuran.

Sebenernya masih ada satu mahasiswa lagi cuma karena kabarnya yang nggak jelas jadi ngga perlu gue jelasin informasinya.

Sekarang giliran para wanitanya..
1. Rizky : Akrab dipanggil Chiki, mahasiswi jurusan bahasa Inggris yang terjebak cinta lokasi, orangnya sangat rame.

2. Uly :  Seorang guru berwajah jutek, punya kebiasaan ketawa sebelum bicara.

3. Reni : Sekretaris paling tabah di kelompok gue.

4. Triya : Bendahara umum

5. Wida : Seorang guru tomboy, punya cara bicara yang unik, penikmat lagu-lagu dangdut, perawakan mirip gitaris The Virgin

6. Unay : Mahasiswi jurusan teknik yang jago masak mie.

7. Yuni : Mahasiswi jurusan bahasa Indonesia, kekasihnya miftah

8. Anggi : Mahasiswi jurusan ekonomi, kekasihnya vito

9. Sevi : Mahasiswi jurusan bahasa Inggris.

Nah itu dia temen-temen gue di kelompok KKM 109. Mereka semua adalah keluarga kedua buat gue selama gue ngga tinggal di rumah, anak-anaknnya asik dan koplak *eh kompak. :)



We are Kelompok KKM 109. Keep Calm and Stay Koplak! x))